Thursday, March 7, 2013

Istirahat

Renungan Harian KristusHidup.org

Friday, 08 March 2013

Istirahat

Baca: Markus 6:31-32 (Mark 6:31-32)

 

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, 

dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan 

yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat (Markus 6:31).

     Pernahkah Anda berada dalam situasi Yesus dan murid-murid-Nya ini? Mereka pasti kelelahan. Banyak orang yang datang dan pergi, sehingga makan pun mereka tak sempat. Yesus tahu mereka butuh istirahat. Oleh karena itulah Ia mengajak murid-murid-Nya ke tempat yang sunyi, supaya bisa sendirian, dan beristirahat seketika (ayat 31).

     Berapa banyak di antara kita yang saat ini juga disibukkan oleh pekerjaan, pelayanan, urusan keluarga, relasi sosial dan tetekbengek lain? Disadari atau tidak, diakui atau tidak, banyak di antara kita dewasa ini yang sangat sibuk sampai-sampai tidak bisa beristirahat atau hanya memiliki sedikit waktu untuk beristirahat. Kerja... kerja... dan kerja. Aktivitas demi aktivitas datang silih berganti atau malah bersamaan. Tak heran jika orang lantas cenderung menjadi gampang tersinggung, kesal, dan marah, menderita sakit kepala, sakit punggung, selalu merasa lelah, penat, letih, lesu, tak berdaya, dan kehilangan minat.

     Hati-hati jika kita telah menunjukkan tanda-tanda itu, sebab kita mungkin sudah mengalami suatu kondisi yang oleh Herbert Freudenberger dikategorikan sebagai burnout: kelelahan fisik, emosional, dan mental. Gejala lain dari burnout antara lain: sukar tidur, mengalami gangguan pencernaan, merasa sedih, enggan berangkat kerja, sering absen, menarik diri, sinis, merasa gagal, merasa ragu-ragu, kehilangan motivasi, berprasangka, butuh waktu lebih lama untuk melakukan tugas, lari dari tanggung jawab.

     Banyak hal yang bisa menyebabkan orang mengalami burnout, antara lain, terlalu banyak kerja tanpa cukup waktu untuk relaksasi dan sosialisasi, tidak cukup tidur, pekerjaannya kurang diakui atau kurang dihargai, terlalu dituntut, rutinitas,  perfectionist. Burnout memang tidak terjadi dalam semalam. Itu merupakan proses yang berangsur-angsur terjadi dalam jangka waktu tertentu. Jika kita tidak mempedulikan signal peringatan, maka keadaan akan menjadi semain buruk. 

     Ambillah waktu untuk istirahat. Yesus telah tahu prinsip ini. Dia tahu bahwa kita membutuhkan istirahat. Allah telah memberi contoh, Dia juga beristirahat pada hari ke-7 (Kejadian 2:2). 

     Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari? Tanya Pengkhotbah (Pengkhotbah 1:3). Apa yang Anda cari dalam hidup ini dengan jerih payah Anda? Kesuksesan, kekayaan, prestasi, kemuliaan, kebahagiaan? Janganlah terlalu kejam kepada diri sendiri. Nikmatilah hidup yang diberikan Allah. Syukurilah segala sesuatu yang telah diberikan Allah dalam hidup kita. Upayakan untuk menjaga keselarasan atau keseimbangan hidup: bekerja, beraktivitas, istirahat, bersantai, berolahraga, dan saat teduh. —Liana Poedjihastuti

 

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.

Pengkhotbah 3:1

{socialbuttons} 

Facebook   Twitter   Google+   LinkedIn 

 

Versi online Klik disini

Berhenti berlanganan renungan harian KristusHidup.org? Klik

No comments:

Post a Comment